Jakarta (DMS) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri sejumlah lahan di sepanjang rute kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) sebagai bagian dari penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya memetakan lokasi-lokasi yang berada dekat jalur rel, terutama area dengan luas lahan signifikan. “Kami mendalami titik-titik di sepanjang rute kereta itu karena jumlahnya banyak,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (3/12) malam.
Salah satu fokus pemeriksaan adalah lahan di sekitar Stasiun Halim, termasuk penelusuran status kepemilikannya yang diduga berkaitan dengan TNI Angkatan Udara. “Kami sedang memastikan apakah tanah di Halim itu milik TNI AU atau bukan. Ini belum pasti,” kata Setyo.
Isu dugaan korupsi di proyek Whoosh mencuat setelah mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan adanya indikasi mark up biaya pembangunan dalam video yang ia unggah pada 14 Oktober 2025. Ia menyoroti perbedaan mencolok antara biaya per kilometer proyek Whoosh di Indonesia—sekitar 52 juta dolar AS—dan di China yang disebut hanya 17–18 juta dolar AS.
KPK sebelumnya telah meminta Mahfud untuk melaporkan temuan tersebut. Mahfud menyatakan siap memberikan keterangan, sementara KPK memastikan bahwa penyelidikan dugaan korupsi proyek Whoosh telah dimulai sejak awal 2025.
DMS/AC











