Elpaputih, Maluku Tengah (DMS) — Proyek pembangunan dan renovasi sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024, hingga kini belum juga tuntas. Padahal, persoalan tersebut telah menjadi sorotan publik dan DPRD Maluku Tengah sejak hampir satu tahun lalu.
Hingga Mei 2026, berbagai kerusakan dan kekurangan pada bangunan sekolah masih ditemukan. Proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga sejumlah fasilitas pendidikan belum layak digunakan oleh siswa maupun tenaga pendidik.
Beberapa sekolah yang terdampak di antaranya SD Negeri 323 Teluk Elpaputih, SD Negeri 75, SD Kristen Tananahu, serta sejumlah SD lainnya di wilayah tersebut. Bangunan baru seperti rumah guru, ruang laboratorium, dan perpustakaan dilaporkan belum dapat difungsikan secara optimal.
Di lapangan, ditemukan berbagai persoalan mulai dari pemasangan plafon yang tidak rapi, instalasi listrik yang belum selesai, lantai tanpa keramik, hingga penggunaan material bangunan yang diduga berkualitas rendah. Bahkan, beberapa bangunan yang baru direnovasi sudah mengalami kebocoran pada bagian atap.
Setiap sekolah diketahui menerima anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk renovasi dan pembangunan tiga ruang baru. Namun masyarakat dan pihak sekolah menilai hasil pekerjaan terkesan asal-asalan. Sejumlah pintu dan jendela mengalami kerusakan akibat penggunaan kayu yang tidak layak, sementara ruang kelas mulai rusak meski proyek belum lama selesai dikerjakan.
Isu mangkraknya proyek pendidikan ini kembali mencuat setelah belum adanya langkah perbaikan dari pihak kontraktor maupun instansi terkait, meskipun sebelumnya Ketua dan anggota Komisi IV DPRD Maluku Tengah telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan meminta pertanggungjawaban atas pekerjaan tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas agar proses belajar mengajar tidak terus terganggu akibat kondisi bangunan sekolah yang belum layak,” ujar salah satu warga setempat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pengawasan penggunaan DAK bidang pendidikan di Maluku Tengah. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, keterlambatan perbaikan bangunan sekolah juga dinilai menghambat proses belajar mengajar dan mengancam kenyamanan siswa.
Komisi IV DPRD Maluku Tengah sebelumnya berkomitmen untuk menindaklanjuti persoalan tersebut dan meminta semua pihak yang terlibat bertanggung jawab. Namun hingga kini belum terlihat adanya progres perbaikan maupun kepastian penyelesaian proyek.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mempercepat proses rehabilitasi bangunan sekolah dan mengevaluasi kontraktor pelaksana agar aktivitas pendidikan di Kecamatan Teluk Elpaputih dapat berjalan dengan aman dan layak.
DMS











