Tehoru, Maluku Tengah (DMS) – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Kader dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Gabungan PDI Perjuangan Kecamatan Telutih dan Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Negeri Mosso, Kecamatan Tehoru, itu dihadiri sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Maluku, antara lain Alhidayat Wajo, Jefri Tahitu, Nengsi dan Darman. Hadir pula Ketua DPC PDI Perjuangan Maluku Tengah, Zeth Latukarlutu, bersama pengurus PAC Telutih dan Tehoru, kader serta simpatisan partai.
Pendidikan kader dan Musancab gabungan tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Dalam arahannya, Benhur Watubun menegaskan bahwa pendidikan kader merupakan fondasi utama dalam membangun partai yang kuat, solid, dan memiliki arah perjuangan yang jelas. Menurutnya, setiap kader wajib memahami ideologi partai, sejarah perjuangan, serta menjadikan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam aktivitas politik.
“Pendidikan kader adalah proses membangun kesadaran ideologis dan memperkuat komitmen perjuangan. Kader harus memahami sejarah partai, menjaga soliditas organisasi, serta selalu hadir memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Benhur.
Selain pendidikan kader, Benhur menegaskan bahwa Musancab merupakan amanat konstitusi partai yang harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat konsolidasi dan solidaritas internal. Ia mengajak seluruh pengurus dan kader untuk menjaga persatuan serta menghindari perpecahan yang dapat menghambat perjuangan partai.
Benhur juga mengingatkan seluruh kader agar mulai mempersiapkan diri menghadapi tantangan politik ke depan melalui kerja organisasi yang terukur dan berkelanjutan. Menurutnya, tujuan utama perjuangan politik adalah meraih kekuasaan untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Maluku Tengah, Zeth Latukarlutu, menegaskan bahwa pelaksanaan Musancab tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial penetapan dan pelantikan pengurus anak cabang semata.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi momentum konsolidasi partai untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah.
“Musancab harus menjadi ruang konsolidasi yang efektif untuk memperkuat organisasi partai. Kader harus terus bekerja di tengah masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi rakyat,” ujar Zeth.
Zeth juga mengingatkan seluruh kader agar tetap hadir di tengah masyarakat meskipun partai saat ini tidak berada dalam posisi memegang kekuasaan pemerintahan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Ia meminta kader untuk menjadi mata dan telinga partai dalam mengidentifikasi serta mengawal berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan Pendidikan Kader dan Musancab Gabungan PAC Telutih dan Tehoru berlangsung penuh semangat dan diharapkan mampu memperkuat soliditas PDI Perjuangan dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
DMS











