Pekalongan (DMS) – Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, masih mendalami kasus ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pekalongan Kota, Setiyanto, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengungkap penyebab kejadian.
“Kasus ini masih dalam pendalaman. Kami belum bisa meminta keterangan dari para korban karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujarnya saat dihubungi, Selasa.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial MSA (14), yang mengembuskan napas terakhir pada Senin (23/3) malam setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Bendan.
Dokter jaga shift malam RSUD Bendan, Brian Abetnego, menjelaskan bahwa terdapat tiga korban yang dirawat akibat ledakan tersebut. Namun, satu di antaranya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 19.30 WIB.
“Total pasien ada tiga. Satu meninggal dunia di IGD, sementara dua lainnya masih dalam penanganan,” katanya.
Ia menambahkan, satu korban saat ini masih berada di IGD untuk observasi lanjutan, sedangkan satu korban lainnya menjalani tindakan operasi oleh tim dokter bedah.
Pihak rumah sakit belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait identitas korban maupun penyebab pasti insiden tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Selatan, Aries Tri Hartanto, menyampaikan bahwa ledakan terjadi pada Senin (23/3) sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah kebun pisang.
Akibat ledakan tersebut, dua remaja mengalami luka berat hingga putus lengan. Selain itu, satu korban lainnya mengalami luka ringan akibat terkena serpihan saat berada di sekitar lokasi untuk mencari burung.
DMS/AC











