Jakarta (DMS) – Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan bahwa proses rekrutmen taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa prinsip tersebut menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan penerimaan calon anggota Polri, sebagaimana arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
“Rekrutmen terpadu Polri tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Johnny di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, prinsip “bersih” berarti proses seleksi dilakukan secara objektif, jujur, adil, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Sementara itu, “transparan” mengandung makna bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan pengawasan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.
Adapun prinsip “akuntabel” menekankan bahwa seluruh proses dan hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan “humanis” diwujudkan melalui pelaksanaan setiap tahapan seleksi dengan sikap ramah, santun, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pendaftar calon taruna-taruni Akpol 2026 mencapai 7.988 orang secara daring. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yang saat ini memasuki fase pemeriksaan administrasi.
Johnny menambahkan, rekrutmen taruna-taruni Akpol merupakan bagian dari investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pemimpin masa depan institusi kepolisian.
Selain itu, Polri juga terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga kepolisian, termasuk Akpol, guna memperkuat pembentukan karakter serta menghilangkan praktik kekerasan, khususnya dalam relasi antara senior dan junior.
“Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.











