Jayapura (DMS) – Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menyatakan tim gabungan TNI-Polri tengah mengevakuasi karyawan PT Kristalin Nabire, termasuk 26 warga negara (WN) China, dari lokasi penambangan emas di Legari, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Evakuasi dilakukan menyusul serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
“Saat ini kami berupaya mengevakuasi karyawan, termasuk 26 orang berkebangsaan China dari lokasi penambangan,” ujar Samuel, Minggu.
Selain karyawan perusahaan, aparat juga mengevakuasi para pendulang emas di sekitar Kali Musairo. Sebelumnya, pada Sabtu (21/2), sekitar 75 orang telah lebih dulu dievakuasi dari kawasan tersebut.
Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan lanjutan di area tambang. Aparat masih melakukan penelusuran di sepanjang Kali Musairo dan wilayah Legari guna memastikan seluruh pekerja dan pendulang dalam kondisi aman.
Terkait identitas dua jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian, Kapolres mengaku belum menerima laporan hasil identifikasi maupun autopsi dari RSUD Nabire.
“Saya masih berada di Legari dan hingga kini belum menerima laporan hasil autopsi terhadap jenazah yang ditemukan di Pos PT Kristalin,” katanya.











