Jakarta (DMS) – Kejaksaan Negeri Karo, Sumatera Utara, menyampaikan bantahan kepada Komisi III DPR RI terkait tudingan intimidasi terhadap Amsal Sitepu melalui pemberian sekotak bronis saat menjalani proses hukum.
Jaksa Kejari Karo, Wira Arizona, dalam rapat di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa pemberian bronis tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan kepada seorang tahanan, bukan upaya intimidasi.
Ia juga membantah adanya pernyataan yang meminta Amsal untuk mengikuti proses hukum tanpa menyuarakan kasusnya di media sosial.
“Tidak ada saya sampaikan seperti itu, Pak,” ujar Wira saat menjawab pertanyaan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.
Wira menjelaskan, saat pemberian bronis tersebut, dirinya tidak datang sendiri, melainkan bersama sejumlah staf kejaksaan. Bahkan, menurutnya, penyerahan kotak bronis dilakukan oleh stafnya dan tidak disertai percakapan apa pun.
“Penyerahan itu tidak dari tangan saya, melainkan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa,” katanya.
Ia menambahkan, kedatangannya ke Rumah Tahanan Tanjung Gusta, Sumatera Utara, saat itu dalam rangka pemeriksaan terhadap Amsal. Wira mengaku telah berkoordinasi dengan kuasa hukum Amsal, namun yang bersangkutan tidak hadir dalam pemeriksaan tersebut.
Wira juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk mengintimidasi. Menurutnya, pemberian makanan kepada tahanan merupakan hal yang sudah menjadi kebiasaan di lingkungan Kejari Karo sejak 2024, terutama jika ada permintaan dari tahanan yang merasa kekurangan.
“Permintaan ini awalnya dari tahanan yang merasa kekurangan makanan dan meminta bantuan,” ujarnya.
Sebelumnya, Amsal Christy Sitepu, videografer proyek desa di Kabupaten Karo yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi penggelembungan anggaran, mengaku mengalami intimidasi saat menjalani proses hukum.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI secara daring pada Senin (30/3), Amsal menyebut dirinya sempat menerima sekotak bronis dari seorang jaksa yang diduga meminta dirinya mengikuti proses hukum tanpa mempermasalahkannya di media sosial.
Meski demikian, Amsal menegaskan dirinya tidak merasa takut dan tetap pada pendiriannya.
“Saya tidak takut, saya tidak salah,” ujar Amsal.
DMS/AC











