Jakarta (DMS) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan 25.644 unit sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan perhatian tersebut diberikan karena sektor pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu area yang rawan terjadi tindak pidana korupsi.
“Tentu KPK memberikan perhatian soal itu,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa potensi kerawanan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa dapat terjadi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban.
Menurutnya, tahap awal seperti analisis kebutuhan harus dilakukan secara matang, termasuk penentuan spesifikasi kendaraan yang dibutuhkan serta distribusi kebutuhan di berbagai wilayah.
“Mulai dari proses awal, apakah analisis kebutuhan sudah tepat, hingga apakah spesifikasi kendaraan yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Selain itu, KPK juga menilai penting untuk memastikan bahwa kebutuhan kendaraan tersebut merata dan relevan di setiap lokasi penerima manfaat.
Menanggapi isu terkait pemenang pengadaan, yakni PT Yasa Artha Trimanunggal, yang disebut belum memiliki banyak jaringan dealer atau penyalur, Budi menegaskan bahwa hal tersebut harus dilihat dari keseluruhan proses pengadaan.
“Dalam proses pengadaan barang dan jasa, tentu harus jelas mengapa vendor tertentu yang dipilih. Semua keputusan harus memiliki dasar dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 7 April 2026, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan sepeda motor listrik tersebut menggunakan anggaran tahun 2025 dan belum didistribusikan secara resmi kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menyebutkan realisasi pengadaan telah mencapai 21.801 unit dari total sekitar 25 ribu unit yang direncanakan.
Sehari kemudian, Dadan menambahkan bahwa kendaraan tersebut diperuntukkan bagi kepala SPPG di wilayah dengan akses transportasi yang sulit, guna mendukung kelancaran distribusi program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran pengadaan sepeda motor listrik tersebut berasal dari alokasi tahun 2025 dan tidak terdapat pembelian baru pada tahun 2026.
Adapun jenis sepeda motor listrik yang diduga menjadi bagian dari pengadaan tersebut antara lain model Emmo-JVX GT dan Emmo-JVH MAX.
DMS/AC











